Intan Suci Monita Rahmah
Fakultas Ekonomi
Jurusan Ekonomi & Administrasi
Konsepsi
pembangunan Indonesia khusunya pada Kawasan Timur Indonesia (KTI) merupakan
kebutuhan mutlak yang sangat dibutuhkan saat ini. Keyakinan dalam membangun
Kawasan Timur Indonesia yang dianggap sebagai vital pembangunan nasional,
menjadi spirit guna membangun kekuatan ekonomi negara terutama yang difokuskan
pada upaya pengembangan sumber daya ekonomi bangsa. Dengan melihat potensi yang
ada dalam Kawasan Timur Indonesia, maka sudah saatnya ekonomi kawasan ini
dibangun dengan baik untuk kesejahteraan masyarakat di daerah Kawasan Timur
Indonesia (KTI).
Dalam
kurun waktu beberapa tahun terakhir paska munculnya otonomi di daerah,
peningkatan ekonomi daerah di kawasan timur Indonesia semakin merosot. Fenomena
ini menambah daftar panjang angka kemiskinan di KTI kian meningkat, selain itu
potensi besar sumber daya alam maupun sumber daya ekonomi yang dimiliki di
kawasan KTI belumlah maksimal dikelola secara baik. Pemerintah pusat malah
lebih memfokuskan serta memprioritaskan program pembangunan di Kawasan Barat
Indonesia (KBI). Begitu halnya dengan tingkat pertumbuhan ekonomi timur
Indonesia yang kian merosost tajam, akibat kawasan timur Indonesia di nomor dua
kan dalam aspek proses kebijakan pembangunan pemerintah yang tak lagi loyal
untuk melihat KTI.
Kebijakan
setengah hati pemerintah pusat dalam mendorong proses percepatan pembangunan
ekonomi maupun meningkatkan berbagai sektor unggulan lainnya di KTI malah ikut
membebankan anggaran daerah sekaligus mengorbankan rakyat di daerah KTI akibat
anggaran negara yang hanya terfokus untuk proses pembangunan di kawasan barat
Indoseia terus melonjak. Oleh karena itu, tingkat kemiskinan, dekonstruksi
pembangunan maupun problem lokal lainnya yang muncul di kawasan timur Indonesia
merupakan hal yang tak bisa terelakan.
Sejatinya,
pelaksanaan otonomi daerah diharapkan dapat menjadi suatu langkah awal yang
dapat mendorong proses pembangunan ekonomi di Indonesia bagian timur yang jauh
lebih baik dibanding pada masa orde baru. Hanya saja keberhasilan pembangunan
ekonomi Indonesia bagian timur sangat ditentukan oleh kondisi internal yang ada,
yakni berupa sejumlah keunggulan atau kekuatan dan kelemahan yang dimiliki
wilayah tersebut. Keunggulan atau kekuatan yang dimiliki Indonesia
bagian timur antara lain kekayaan sumber daya alam, potensi lahan
pertanian yang cukup luas, dan potensi sumber daya manusia. Sebenarnya dengan
keunggulan-keunggulan yang dimiliki Indonesia bagian timur tersebut, kawasan
ini sudah lama harus menjadi suatu wilayah di Indonesia dimana masyarakatnya
makmur dan memiliki sektor pertanian, sektor pertambangan, dan sektor industri
manufaktur yang sangat kuat. Namun selama ini kekayaan tersebut disatu pihak
tidak digunakan secara optimal dan dipihak lain kekayaan tersebut dieksploitasi
oleh pihak luar yang tidak memberi keuntungan ekonomi yang berarti bagi
indonesia bagian timur itu sendiri.
Indonesia
bagian timur juga memiliki bagian kelemahan yang membutuhkan sejumlah tindakan
pembenahan dan perbaikan. Kalau tidak, kelemahan-kelemahan tersebut akan
menciptakan ancaman bagi kelangsungan pembangunan ekonomi di kawasan tersebut.
Untuk
itu, pemberdayaan Kawasan Timur Indonesia sudah semestinya di perhatikan
sepenuhnya oleh pemerintah pusat. Betapa besar sumbangan dan kontribusi besar
bagi negara ini, patut disadari pula oleh pempus bahwa daerah di KTI adalah
daerah penyumbang anggaran terbesar bagi pemerintah pusat. Karena memiliki
sumber daya yang melimpah, maka potensi ini ikut disumbangkan kepada Negara.
Dan sangat ironis jika pempus lebih terbuai dan memprioritaskan kebijakan
pembangunan hanya berkisar di Kawasan Barat Indonesia. Solusi konkret yang
dapat diberikan adalah :
1. Kualitas sumber daya manusia harus
ditingkatkan secara merata di seluruh daerah di Indonesia bagian timur dengan meningkatkan kemampuan
dan pendidikan sumber daya manusianya.
Sebab, pendidikan merupakan hal yang sangat penting bagi kemajuan suatu
peradaban, negara, maupun daerah.
2. Pembangunan sarana infrastuktur. Terutama
dalam konteks mobilisasi masyarakat yang berada di wilayah terpencil, agar
dapat mengakses ke kota besar dengan mudah.
3. Kegiatan-kegiatan ekonomi yang memiliki
keunggulan berdasarkan kekayaan sumber daya alam yang ada harus dikembangkan
seoptimal mungkin
4. Pembangunan ekonomi di Indonesia bagian
timur harus lebih dimonitori oleh pemerintah dari segi ekonomi maupun sosial,
agar daerah tersebut dapat maju seperti hal nya daerah di Indonesia bagian
barat.
No comments:
Post a Comment