Intan Suci Monita Rahmah
Fakultas Ekonomi
Jurusan Ekonomi & Administrasi
Zaman yang semakin berkembang saat ini, menuntut
untuk lebih tanggap dalam beradaptasi dengan masyarakat sosial. Perkembangan
ilmu teknologi, sosial bahkan ekonomi sangat menentukan kesejahteraan masyarakat
terutama dalam pemenuhan kebutuhan hidup. Namun banyaknya jumlah pengangguran
di Indonesia merupakan hambatan yang besar dalam memajukan perekonomian
Indonesia. Selain itu, lapangan kerja yang tersedia masih minim.
600 ribu lulusan perguruan tinggi sejak 2009 - 2011
masih menganggur, ini bukti nyata di Indonesia antara pencari kerja dan
pencipta kerja tidak berimbang. Bisa jadi pendidikan di Indonesia telah
melahirkan para lulusan dengan nilai terbaik dan siap memasuki ke pasar kerja,
namun kondisi yang terjadi kenaikan jumlah lapangan kerja kalah cepat dengan
kenaikan jumlah lulusan.
Hal tersebut menekankan bahwa sarjana lulusan
perguruan tinggi tidak bisa lagi sekedar mengandalkan ijazah untuk mencari
pekerjaan, namun dituntut memiliki kompetensi dan keterampilan yang dimiliki,
agar dapat mencari lapangan kerja yang sesuai dengan minat dan bakatnya. Salah
satu alternatif mengatasi masalah tersebut adalah dengan menanamkan jiwa
wirausaha pada mahasiswa sejak dini.
Modal utama dalam berwirausaha adalah kemauan dan
keuletan untuk bersungguh-sungguh menjalankan suatu proses atau usaha. Dalam
kegiatan wirausaha, tidak hanya bermodalkan tekad yang kuat tapi lebih dari itu
kompetensi, keterampilan serta pengetahuan dalam mengelola suatu usaha
juga sangat penting, sehingga kedua hal tersebut harus seimbang. Dalam pembangunan ekonomi di Indonesia,
kewirausahaan mempunyai peran yang sangat penting.
Dengan berwirausaha
mampu menemukan inovasi dan gagasan baru dalam mengelola sumber daya alam yang
tersedia. Kewirausahaan adalah suatu proses pengembangan dan penerapan
kreatifitas untuk menciptakan inovasi-inovasi baru yang terwujud dalam
perilaku, baik dilingkungan masyarakat atau lebih khusus di kalangan mahasiswa.
Dikalangan mahasiswa minat untuk bergelut di bidang
wirausaha boleh dikata masih sangat minim, sehingga masih berpikir bahwa kuliah
hanya untuk menjadi karyawan atau pegawai. Selain itu, ada beberapa faktor yang
menyebabkan mahasiswa kurang berminat untuk berwirausaha yaitu tidak ada modal
untuk memulai usaha, atau tidak pernah dibekali dengan pengetahuan seputar
wirausaha. Padahal sebenarnya gelar sarjana tidak menjamin seseorang untuk
mendapatkan pekerjaan. Peran pendidikan khususnya pada perguruan tinggi sangat
penting untuk menumbuhkan minat mahasiswa dalam berwirausaha sehingga
terbatasnya lapangan pekerjaan tidak lagi menjadi masalah besar karena
mahasiswa sudah mampu menjalankan usaha sendiri. Banyak manfaat yang dapat
diperoleh dengan berwirausaha seperti meningkatkan keterampilan mahasiswa dalam
bidang kewirausahaan agar tercipta kader pengusaha muda yang berpotensi, mampu
memenuhi kebutuhan sendiri, menciptakan lapangan kerja bagi orang lain sehingga
membantu pemerintah dalam mengurangi masalah pengangguran di Indonesia
Minat berwirausaha perlu dan harus
ditumbuhkembangkan di kalangan masyarakat termasuk mahasiswa karena memiliki
manfaat banyak sekali antara lain menambah daya tampung tenaga kerja, sehingga
dapat mengurangi pengangguran dan meningkatkan pendapatan masyarakat,
meningkatkan produktivitas, dengan menggunakan metode baru, maka wirausaha
dapat meningkatkan produktivitasnya. Kemudian meningkatkan pertumbuhan ekonomi
dan menciptakan pekerjaan. Wirausaha serta usaha kecil memberikan lapangan
kerja yang cukup besar sehingga dapat memberi kontribusi terhadap pertumbuhan
ekonomi.
Dengan berkembangnya minat dan lahirnya
wirausaha-wirausaha nasional akan menjadi penggerak roda perekonomian nasional
serta memacu pertumbuhan ekonomi nasional yang pada gilirannya akan memperkuat
struktur perekonomian nasional. Upaya ini perlu didukung oleh semua kalangan
baik unsur pemerintah, masyarakat termasuk mahasiswa maupun dunia usaha secara
terarah dan berkesinambungan.



.jpg)
.jpg)