Wednesday, 19 August 2015

Pentingnya Jiwa Entrepreneur di Kalangan Mahasiswa


Intan Suci Monita Rahmah
Fakultas Ekonomi
Jurusan Ekonomi & Administrasi

Zaman yang semakin berkembang saat ini, menuntut untuk lebih tanggap dalam beradaptasi dengan masyarakat sosial. Perkembangan ilmu teknologi, sosial bahkan ekonomi sangat menentukan kesejahteraan masyarakat terutama dalam pemenuhan kebutuhan hidup. Namun banyaknya jumlah pengangguran di Indonesia merupakan hambatan yang besar dalam memajukan perekonomian Indonesia. Selain itu, lapangan kerja yang tersedia masih minim.

600 ribu lulusan perguruan tinggi sejak 2009 - 2011 masih menganggur, ini bukti nyata di Indonesia antara pencari kerja dan pencipta kerja tidak berimbang. Bisa jadi pendidikan di Indonesia telah melahirkan para lulusan dengan nilai terbaik dan siap memasuki ke pasar kerja, namun kondisi yang terjadi kenaikan jumlah lapangan kerja kalah cepat dengan kenaikan jumlah lulusan.

Hal tersebut menekankan bahwa sarjana lulusan perguruan tinggi tidak bisa lagi sekedar mengandalkan ijazah untuk mencari pekerjaan, namun dituntut memiliki kompetensi dan keterampilan yang dimiliki, agar dapat mencari lapangan kerja yang sesuai dengan minat dan bakatnya. Salah satu alternatif mengatasi masalah tersebut adalah dengan menanamkan jiwa wirausaha pada mahasiswa sejak dini.

Modal utama dalam berwirausaha adalah kemauan dan keuletan untuk bersungguh-sungguh menjalankan suatu proses atau usaha. Dalam kegiatan wirausaha, tidak hanya bermodalkan tekad yang kuat tapi lebih dari itu kompetensi, keterampilan serta  pengetahuan dalam mengelola suatu usaha juga sangat penting, sehingga kedua hal tersebut harus seimbang. Dalam pembangunan ekonomi di Indonesia, kewirausahaan mempunyai peran yang sangat penting.  

Dengan berwirausaha mampu menemukan inovasi dan gagasan baru dalam mengelola sumber daya alam yang tersedia. Kewirausahaan adalah suatu proses pengembangan dan penerapan kreatifitas untuk menciptakan inovasi-inovasi baru yang terwujud dalam perilaku, baik dilingkungan masyarakat atau lebih khusus di kalangan mahasiswa.

Dikalangan mahasiswa minat untuk bergelut di bidang wirausaha boleh dikata masih sangat minim, sehingga masih berpikir bahwa kuliah hanya untuk menjadi karyawan atau pegawai. Selain itu, ada beberapa faktor yang menyebabkan mahasiswa kurang berminat untuk berwirausaha yaitu tidak ada modal untuk memulai usaha, atau tidak pernah dibekali dengan pengetahuan seputar wirausaha. Padahal sebenarnya gelar sarjana tidak menjamin seseorang untuk mendapatkan pekerjaan. Peran pendidikan khususnya pada perguruan tinggi sangat penting untuk menumbuhkan minat mahasiswa dalam berwirausaha sehingga terbatasnya lapangan pekerjaan tidak lagi menjadi masalah besar karena mahasiswa sudah mampu menjalankan usaha sendiri. Banyak manfaat yang dapat diperoleh dengan berwirausaha seperti meningkatkan keterampilan mahasiswa dalam bidang kewirausahaan agar tercipta kader pengusaha muda yang berpotensi, mampu memenuhi kebutuhan sendiri, menciptakan lapangan kerja bagi orang lain sehingga membantu pemerintah dalam mengurangi masalah pengangguran di Indonesia

Minat berwirausaha perlu dan harus ditumbuhkembangkan di kalangan masyarakat termasuk mahasiswa karena memiliki manfaat banyak sekali antara lain menambah daya tampung tenaga kerja, sehingga dapat mengurangi pengangguran dan meningkatkan pendapatan masyarakat, meningkatkan produktivitas, dengan menggunakan metode baru, maka wirausaha dapat meningkatkan produktivitasnya. Kemudian meningkatkan pertumbuhan ekonomi dan menciptakan pekerjaan. Wirausaha serta usaha kecil memberikan lapangan kerja yang cukup besar sehingga dapat memberi kontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi.

Dengan berkembangnya minat dan lahirnya wirausaha-wirausaha nasional akan menjadi penggerak roda perekonomian nasional serta memacu pertumbuhan ekonomi nasional yang pada gilirannya akan memperkuat struktur perekonomian nasional. Upaya ini perlu didukung oleh semua kalangan baik unsur pemerintah, masyarakat termasuk mahasiswa maupun dunia usaha secara terarah dan berkesinambungan.

Masalah Pembangunan Ekonomi Indonesia Bagian Timur

Intan Suci Monita Rahmah
Fakultas Ekonomi
Jurusan Ekonomi & Administrasi

Konsepsi pembangunan Indonesia khusunya pada Kawasan Timur Indonesia (KTI) merupakan kebutuhan mutlak yang sangat dibutuhkan saat ini. Keyakinan dalam membangun Kawasan Timur Indonesia yang dianggap sebagai vital pembangunan nasional, menjadi spirit guna membangun kekuatan ekonomi negara terutama yang difokuskan pada upaya pengembangan sumber daya ekonomi bangsa. Dengan melihat potensi yang ada dalam Kawasan Timur Indonesia, maka sudah saatnya ekonomi kawasan ini dibangun dengan baik untuk kesejahteraan masyarakat di daerah Kawasan Timur Indonesia (KTI).

Dalam kurun waktu beberapa tahun terakhir paska munculnya otonomi di daerah, peningkatan ekonomi daerah di kawasan timur Indonesia semakin merosot. Fenomena ini menambah daftar panjang angka kemiskinan di KTI kian meningkat, selain itu potensi besar sumber daya alam maupun sumber daya ekonomi yang dimiliki di kawasan KTI belumlah maksimal dikelola secara baik. Pemerintah pusat malah lebih memfokuskan serta memprioritaskan program pembangunan di Kawasan Barat Indonesia (KBI). Begitu halnya dengan tingkat pertumbuhan ekonomi timur Indonesia yang kian merosost tajam, akibat kawasan timur Indonesia di nomor dua kan dalam aspek proses kebijakan pembangunan pemerintah yang tak lagi loyal untuk melihat KTI.

Kebijakan setengah hati pemerintah pusat dalam mendorong proses percepatan pembangunan ekonomi maupun meningkatkan berbagai sektor unggulan lainnya di KTI malah ikut membebankan anggaran daerah sekaligus mengorbankan rakyat di daerah KTI akibat anggaran negara yang hanya terfokus untuk proses pembangunan di kawasan barat Indoseia terus melonjak. Oleh karena itu, tingkat kemiskinan, dekonstruksi pembangunan maupun problem lokal lainnya yang muncul di kawasan timur Indonesia merupakan hal yang tak bisa terelakan.

Sejatinya, pelaksanaan otonomi daerah diharapkan dapat menjadi suatu langkah awal yang dapat mendorong proses pembangunan ekonomi di Indonesia bagian timur yang jauh lebih baik dibanding pada masa orde baru. Hanya saja keberhasilan pembangunan ekonomi Indonesia bagian timur sangat ditentukan oleh kondisi internal yang ada, yakni berupa sejumlah keunggulan atau kekuatan dan kelemahan yang dimiliki wilayah tersebut.  Keunggulan atau kekuatan yang dimiliki Indonesia bagian timur antara lain kekayaan sumber daya alam, potensi lahan pertanian yang cukup luas, dan potensi sumber daya manusia. Sebenarnya dengan keunggulan-keunggulan yang dimiliki Indonesia bagian timur tersebut, kawasan ini sudah lama harus menjadi suatu wilayah di Indonesia dimana masyarakatnya makmur dan memiliki sektor pertanian, sektor pertambangan, dan sektor industri manufaktur yang sangat kuat. Namun selama ini kekayaan tersebut disatu pihak tidak digunakan secara optimal dan dipihak lain kekayaan tersebut dieksploitasi oleh pihak luar yang tidak memberi keuntungan ekonomi yang berarti bagi indonesia bagian timur itu sendiri.

Indonesia bagian timur juga memiliki bagian kelemahan yang membutuhkan sejumlah tindakan pembenahan dan perbaikan. Kalau tidak, kelemahan-kelemahan tersebut akan menciptakan ancaman bagi kelangsungan pembangunan ekonomi di kawasan tersebut.

Untuk itu, pemberdayaan Kawasan Timur Indonesia sudah semestinya di perhatikan sepenuhnya oleh pemerintah pusat. Betapa besar sumbangan dan kontribusi besar bagi negara ini, patut disadari pula oleh pempus bahwa daerah di KTI adalah daerah penyumbang anggaran terbesar bagi pemerintah pusat. Karena memiliki sumber daya yang melimpah, maka potensi ini ikut disumbangkan kepada Negara. Dan sangat ironis jika pempus lebih terbuai dan memprioritaskan kebijakan pembangunan hanya berkisar di Kawasan Barat Indonesia. Solusi konkret yang dapat diberikan adalah :
1.      Kualitas sumber daya manusia harus ditingkatkan secara merata di seluruh daerah  di Indonesia bagian timur dengan meningkatkan kemampuan dan pendidikan sumber daya manusianya. Sebab, pendidikan merupakan hal yang sangat penting bagi kemajuan suatu peradaban, negara, maupun daerah.
2.      Pembangunan sarana infrastuktur. Terutama dalam konteks mobilisasi masyarakat yang berada di wilayah terpencil, agar dapat mengakses ke kota besar dengan mudah.
3.      Kegiatan-kegiatan ekonomi yang memiliki keunggulan berdasarkan kekayaan sumber daya alam yang ada harus dikembangkan seoptimal mungkin
4.      Pembangunan ekonomi di Indonesia bagian timur harus lebih dimonitori oleh pemerintah dari segi ekonomi maupun sosial, agar daerah tersebut dapat maju seperti hal nya daerah di Indonesia bagian barat.